Senin, 21 Februari 2011

KONTRADIKSI DALAM KAPITALISME

Krisis-krisis yang mematangkan kontradiksi dalam kapitalisme semakin nyata dan jelas. Krisis-krisis ini juga diikuti oleh keruntuhan rezim-rezim sosialis otoriter yang Stalinis di Eropa Timur dan Uni soviet. Perubahan-perubahan peta ekonomi politik dunia ini sering kali diberi ilusi-ilusi palsu tentang lahirnya "Tata Dunia Baru" dan "globalisasi".Bagi perjuangan rakyat perubahan-perubahan internasional ini penting sekali untuk dicerna dan dipahami,supaya kita tidak termakan propaganda hitam yang dilemparkan oleh arus informasi borjuis. Dan menyusun taktik dan strategi baru sesuai dengan kebutuhan massa rakyat mayoritas dan pelajaran yang dapat kita ambil dari Eropa Timur dan Rusia.
Tentu saja setting internasional ini hanyalah merupakan pra-kondisi yang harus kita manfaatkan untuk membangun kekuatan politik kerakyatan yang berangkat dari kondisi sejarah, budaya, ekonomi, sosial dari penggalangan massa rakyat Indonesia sendiri.

Peta ekonomi politik dunia berubah secara drastis pada akhir tahun 1980-an .Rezim-rezim sosialis otoriter di Eropa Timur dan Uni Soviet bertumbangan.Isu perang dingin dianggap sudah berakhir.Pers borjuis dengan propaganda hitamnya mengklaim perubahan tersebut sebagai the end of socialism.Beberapa orang teoritisi bahkan lebih gegabah lagi dengan mengeluarkan statement the end of ideology.Muncullah istilah-istilah sesat seperti globalisasi dan "new world order yang mengklaim dunia sebagai satu kesatuan yang bulat.
Artinya bulat-bulat ditelan oleh imperialisme.Globalisme menyesatkan dan memberikan ilusi palsu pada gerakan rakyat tertindas bahwa kini sudah tidak relevan lagi untuk mempersoalkan kontradiksi dalam masyarakat dunia.Sementara imperialisme dan kapitalisme terus menghisap dunia ketiga

http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2084948-kontradiksi-dalam-kapitalisme/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar