Selasa, 03 April 2012

pengertian multimedia

Pengertian Multimedia

Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi pengguna komputer multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi.

Disini dapat digambarkan bahwa multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik.

“Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick 1996) atau Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001). Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar. Kedua, harus ada link yang menghubungkan pemakai dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang membantu pemakai menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada pemakai untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dengan ide. Jika salah satu komponen tidak ada, bukan multimedia dalam arti luas namanya. Misalnya, jika tidak ada komputer untuk berinteraksi, maka itu namanya media campuran, bukan multimedia. Kalau tidak ada alat navigasi yang memungkinkan untuk memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka nama televisi, bukan multimedia. Dari beberapa definisi di atas, maka multimedia ada yang online (Internet) dan multimedia ada yang offline (tradisional).”

Konsep Multimedia

Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Rachmat dan Alphone, 2005/2006).

Beberapa definisi multimedia menurut beberapa ahli diantaranya:

  1. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002)
  2. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda, 2001)
  3. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter (2001) adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
  4. Multimedia sebagai perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik (Wahono, 2007)
  5. Multimedia merupakan kombinasi dari data text, audio, gambar, animasi, video, dan interaksi (Zeembry, 2008)
  6. Multimedia (sebagai kata sifat) adalah media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data multimedia (Zeembry, 2008)

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll. yang telah dikemas menjadifile digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik.

Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak diantaranya untuk: media pembelajaran, game, film, medis, militer, bisnis, desain, arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi, dll. (Wahono, 2007). Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka hal ini disebut multimedia interaktif.

Thorn (2006) mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif, yaitu : (1) Kriteria pertama adalah kemudahan navigasi, (2) Kriteria kedua adalah kandungan kognisi. (3) Kriteria ketiga adalah presentasi informasi, (4) Kriteria keempat adalah integrasi media, (5) Kriteria kelima adalah artistik dan estetika dan (6) Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan.

Manfaat multimedia

Mengapa perlu multimedia dalam pembelajaran? Pertanyaan yang sering

muncul mempertanyakan pentingnya multimedia dalam sebuah pembelajaran.

Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan

secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi para

guru dan siswa. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses

pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat

dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan prises belajar

mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa

dapat ditingkatkan.

Manfaat di atas akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari sebuah

multimedia pembelajaran, yaitu:

a) Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata,

seperti kuman, bakteri, elektron dll.

b) Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke

sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dll.

c) Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung

cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu

mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dll.

d) Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju,

dll.

e) Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan

gunung berapi, harimau, racun, dll.

f) Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

Aplikasi multimedia

Multimedia interaktif menggabungkan dan mensinergikan semua media yang terdiri dari: a) teks; b) grafik; c) audio; dan d) interaktivitas (Green & Brown, 2002: 2-6).

a. Teks

Teks adalah simbol berupa medium visual yang digunakan untuk menjelaskan bahasa lisan. Teks memiliki berbagai macam jenis bentuk atau tipe (sebagai contoh: Time New Roman, Arial, Comic San MS), ukuran dan wana. Satuan dari ukuran suatu teks terdiri dari length dansize. Length biasanya menyatakan banyaknya teks dalam sebuah kata atau halaman. Sizemenyatakan ukuran besar atau kecil suatu huruf. Standar teks memiliki size 10 atau 12 poin. Semakin besar size suatu huruf maka semakin tampak besar ukuran huruf tersebut.

b. Grafik

Grafik adalah suatu medium berbasis visual. Seluruh gambar dua dimensi adalah grafik. Apabila gambar di render dalam bentuk tiga dimensi (3D), maka tetap disajikan melalui medium dua dimensi. Hal ini termasuk gambar yang disajikan lewat kertas, televisi ataupun layar monitor. Grafik bisa saja menyajikan kenyataan (reality) atau hanya berbentuk iconic. Contoh grafik yang menyajikan kenyataan adalah foto dan contoh grafik yang berbentuk iconic adalah kartun seperti gambar yang biasa dipasang dipintu toilet untuk membedakan toilet laki-laki dan perempuan.

Grafik terdiri dari gambar diam dan gambar bergerak. Contoh dari gambar diam yaitu foto, gambar digital, lukisan, dan poster. Gambar diam biasa diukur berdasarkan size (sering disebut juga canvas size) dan resolusi. Contoh dari gambar bergerak adalah animasi, video dan film. Selain bisa diukur dengan menggunakan size dan resolusi, gambar bergerak juga memiliki durasi.

c. Audio

Audio atau medium berbasis suara adalah segala sesuatu yang bisa didengar dengan menggunakan indera pendengaran. Contoh: narasi, lagu, sound effect, back sound.

d. Interaktivitas

Interaktivitas bukanlah medium, interaktivitas adalah rancangan dibalik suatu program multimedia. Interaktivitas mengijinkan seseorang untuk mengakses berbagai macam bentuk media atau jalur didalam suatu program multimedia sehingga program tersebut dapat lebih berarti dan lebih memberikan kepuasan bagi pengguna. Interaktivitas dapat disebut juga sebagai interface design atau human factor design.

Interaktivitas dapat dibagi menjadi dua macam struktur, yakni struktur linear dan struktur non linear. Struktur linear menyediakan satu pilihan situasi saja kepada pengguna sedangkan struktur nonlinear terdiri dari berbagai macam pilihan kepada pengguna.

Green & Brown (2002: 3) menjelaskan, terdapat beberapa metode yang digunakan dalam menyajikan multimedia, yaitu:

a.Berbasis kertas (Paper-based), contoh: buku, majalah, brosur.
b.Berbasis cahaya (Light-based), contoh: slide shows, transparasi.
c. Berbasis suara (Audio-based), contoh: CD Players, tape recorder, radio.
d.Berbasis gambar bergerak (Moving-image-based), contoh: televisi, VCR (Video cassette recorder), film.
e.Berbasiskan digital (Digitally-based), contoh: komputer.

sumber: http://yogapw.wordpress.com/2010/01/26/pengertian-multimedia-interaktif/

Kamis, 12 Januari 2012

tugas 3 analisis teknik dan biaya

Tugas III

Nama : Hendra Setiyono Tanogo

NPM : 20408426

1. Dalam melakukan kegiatan bisnis jenis biaya apa yang menjadi fokus untuk segera di selesaikan? Jelaskan jawaban anda !

2. Kegiatan maintenance yang dilakukan secara berkala akan menggunakan jenis biaya semi variabel. Jelaskan mengapa dalam kegiatan maintence jenis biaya ini yang digunakan ! Bila anda adalah orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan maintenance tersebut, hal apakah yang harus anda lakukan agar dapat meminimalkan biaya ? jelaskan jawaban anda !

3. Harga sparepart sering mengikuti fluktuasi harga pasar terutama terkait dengan inflasi yang akan membedakan antara nilai uang yang ada saat ini dengan nilai uang yang akan anda terima pada waktu yang akan datang. Bila anda adalah orang yang bertanggung jawab dalam pembelian sparepart, hal apakah yang harus anda lakukan agar dapat meminimalkan biaya sparepart ? jelaskan jawaban anda !

JAWABAN:

1. Biaya tetap, karena sangat menunjang bagi kegiatan operasi pada suatu kapasitas tertentu. Modal juga sangat penting untuk menjalankan suatu bisnis.

2. Yang saya lakukan dengan menggunakan jenis biaya semi variabel ini untuk meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan. Menambah maintenance yang sudah berpengalaman supaya menghemat biaya produksi.

3. Menyediakan sparepart di gudang apabila mesin mengalami problem pada waktu produksi,mesin siap dperbaiki dan komponen yang sudah rusak bisa langsung diganti.

tugas 2 analisis teknik dan biaya

Tugas 2
1.Jelaskan pertimbangan yang harus dilakukan dalam melakukan maintenance pada alat alat industri karena sebagaimana kita ketahui banyak hal yang harus dipertimbangkan diantaranya adalah nilai waktu dari uang dimana nilai waktu dari uang akan berfluktuasi dari waktu ke waktu. Berdasarkan hal tersebut uraikanlah hal yang harus anda lakukan dalam rangka kegiatan maintenance agar perusahaan tidak dirugikan dari sisi biaya !

JAWABAN

A.Waktu, maintenance harus sering mengkontrol mesin produksi apabila pada saat mesin produksi mengalami kerusakan bisa langsung di perbaiki oleh maintenance sehingga tidak menghambat produksi.

B. Biaya, jika proses maintenance dilakukan secara berkala maka biaya kerusakan yang akan terjadi akibat perawatan yang kurang akan lebih ditekan.

Jumat, 21 Oktober 2011

1. Jelaskan manfaat dan kegunaan dari pemahaman serta pengetahuan yang memadai tentang konsep biaya dalam proses produksi !

Manfaatnya kita menjadi tahu dan mengerti ada biaya biaya apa saja yang ada didalam suatu proses produksi, hal ini berguna untuk kita supaya tidak salah dalam mengeluarkan biaya untuk suatu proses produksi, dan paham biaya apa yang hrus dikeluarkan terlebih dahulu.

2. Dalam suatu kegiatan produksi, jenis biaya apakah yang paling sering kita jumpai? jelaskan jawaban anda

1) Biaya bahan langsung adalah biaya yang timbul dari pemakaian semua bahan-bahan yang menjadi bagian dari produk jadi.

2) Biaya buruh langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ikut terlibat dalam kegiatan proses produksi.

3) Biaya tak langsung pabrik adalah biaya yang terjadi dipabrik

Biaya ini terdiri dari :

a. Biaya bahan tak langsung adalah biaya dari semua bahan-bahan yang tidak menjadi bagian dari suatu produk, tetapi diperlukan dalam pengolahan bahan menjadi barang. Contoh : pengelasan pada pembuatan mobil

b. Biaya buruh tak lansung adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ada dipabrik, tetapi tidak langsung dalam proses pembuatan suatu produk. Contoh : gaji untuk pekerja bagian perawatan mesin.

c. Biaya komersial adalah biaya tak langsung yang tidak terjadi di pabrik.

Biaya ini terdiri dari :

· Biaya penjualan = pengeluaran yang dilakukan dalam rangka kegiatan penjualan suatu produk

· Biaya administrasi = pengeluaran yang dilakukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pabrik.

4) Biaya Produksi adalah biaya yang dikeluarkan pada proses produksi.

Senin, 23 Mei 2011

Proyek Industri Otomotif Mobil Nasional

Melihat kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh berbagai proyek mobnas sebelumnya membuat pimpinan Java Motor, Andi Iman Loebis terfikir untuk melanjutkan impian mobil nasional tersebut. Dalam suatu kesempatan bertemu dengan Rahardi Ramelan, Andi mengajukan inisiatif berupa usulan agar pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Rover grup dari Inggris untuk melanjutkan proyek mobnas itu. Hal ini dilakukannya berdasarkan pengalaman Java Motor yang pernah memproduksi prototype jeep “Banteng” yang berbasis dari kendaraan “Land Rover”.

Singkatnya, melalui pendekatan dengan berbagai kalangan di pemerintahan, dukungan diperoleh dan hal ini membuat pihak Java Motor kemudian melakukan pendekatan pada pihak Rover group di Inggris dan pihak Rover grup menyambut baik usulan ini. Hasil survey marketing tim Java Motor menyarankan agar mobnas tersebut haruslah kompak, irit, moderen dan murah. Atas dasar itulah, Rover grup menyarankan mobil tipe Rover 100 untuk dikembangkan menjadi program mobil nasional yang dikehendaki pihak pemerintah Indonesia.

November 1993, Habibie kembali ke Inggris untuk membicarakan masalah detil dari disain mobnas tersebut. Pertemuan diakhiri dengan ditanda tanganinya Memorandum of Understanding yang menunjuk Rover sebagai rekanan tehnologi untuk secara bersama-sama mengembangkan mobnas tersebut yang direncanakan untuk dijual ke pasar pada September 1997. Akhir Oktober 1994, model ukuran penuh mobnas tersebut dipresentasikan di hadapan Menristek BJ Habibie. Kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Rover grup kemudian lebih diformalkan lagi dengan ditandatanganinya persetujuan kerja sama di London pada 22 Desember 1994

Model pertama mobnas yang lalu diberi nama “Maleo” tersebut akhirnya tiba di Indonesia dan segera memicu pro dan kontra. Pihak yang pro menyatakan duku ngannya, sementara yang kontra menganggap proyek mobnas tersebut tak akan sukses, atau kalau bisa, gagal. Saat itulah disadari bahwa proyek tersebut memerlukan dukungan politis dari pemerintah. Maka clay model itu pun segera dipresentasikan di hadapan para menteri dan Habibie meminta dukungan presiden Suharto. Dukungan presiden akhirnya berhasil diperoleh pada pertengahan Februari 1995

Pokok Masalah

Salah persoalan yang banyak mengganjal sejumlah kalangan dalam industri otomotif dan juga sebagian masyarakat Indonesia adalah tingginya ketergantungan Indonesia kepada pihak prinsipal mobil sebagai pemilik merek. Selama puluhan tahun tergantung pada pihak prinsipal, sejumlah kalangan pelaku otomotif dan masyarakat Indonesia sebenarnya menginginkan adanya “mobil nasional” (mobnas) bagi Indonesia

Berbagai upaya kemudian dilakukan untuk mewujudkan impian ini. Berbagai gagasan mobil nasional datang silih berganti. Awalnya, program mobnas ini pernah akan diluncurkan oleh VW pada tahun 1974-75 dengan nama Mitra(Mobil Transportasi Rakyat). Akan tetapi proyek ini gagal karena tidak adanya dukungan dari pihak prinsipal. Selanjutnya muncul pula peluncuran mobil merek MR 90 dari pihak Suzuki dibawah Subronto Laras. Ini pun tidak berhasil, oleh karena beberapa hal: tehnologinya obsolete (usang), serta type nya yang tidak sesuai dengan gaya hidup orang Indonesia yang dikenal fancy itu

Dalam skala negara, proyek Mobnas yang sesungguhnya adalah program mobil “Maleo”. Secara kualitatif, diakui tidak ada mobnas sebaik “Maleo” yang berkapasitas 1000 ccitu. Namun meski memiliki segenap daya dukung yang mencakup berbagai elemen industri nasional, “Maleo” gagal diluncurkan oleh sebab-sebab yang tidak jelas. Sebagai gantinya, pemerintah kemudian kemudian memunculkan mobil “Timor” yang berada dibawah payung PT Timor Putra Nasional, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Tommy Soeharto, putra ketiga presiden Soeharto.

Kegagalan diluncurkannya “Maelo” dan digantikannya dengan “Timor” adalah sebagai salah contoh intervensi Soeharto sebagai bagian dari struktur dan anak-anaknya yang telah menjadi pusat struktur baru



http://www.pangisyarwi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=83:intervensi-elit-dalam-industri-otomotif-studi-kasus-mobil-nasional-maleo&catid=8&Itemid=103


Minggu, 17 April 2011

Etika Insinyur Indonesia

Etika Insinyur Indonesia diatur dalam PII (Persatuan Insinyur Indonesia) yang dinamakan "Catur Sapta Karsa Darma Insinur Indonesia". Etika Insinyur Indonesia diatur dalam Prinsip dasar dan Tuntunan sikap yg dimiliki.

Prinsip dasar itu antara lain :
  1. mengutamakan keluhuran budi,
  2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuanya untuk kepentingan dan kesejahteraan umat manusia,
  3. Bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawabnya,
  4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.
Dan Tuntunan sikap itu antara lain :

  1. Ir. Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,
  2. Ir. Indonesia senantiasa bekerja sesuai kompetensinya,
  3. Ir. Indonesia hanya menyatakan pendapat yg dapat dipertanggung jawabkan,
  4. Ir. Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentengan kepentigan dalam tanggung jawab tugasnya,
  5. Ir. Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing,
  6. Ir. Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas, dan martabat profesi,
  7. Ir. Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalitasnya.


"Sumber" : http://untuktugasetikaprofesi.wordpress.com/2010/04/25/organisasi-profesi-dan-kode-etik-profesi/