Kamis, 12 Januari 2012

tugas 3 analisis teknik dan biaya

Tugas III

Nama : Hendra Setiyono Tanogo

NPM : 20408426

1. Dalam melakukan kegiatan bisnis jenis biaya apa yang menjadi fokus untuk segera di selesaikan? Jelaskan jawaban anda !

2. Kegiatan maintenance yang dilakukan secara berkala akan menggunakan jenis biaya semi variabel. Jelaskan mengapa dalam kegiatan maintence jenis biaya ini yang digunakan ! Bila anda adalah orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan maintenance tersebut, hal apakah yang harus anda lakukan agar dapat meminimalkan biaya ? jelaskan jawaban anda !

3. Harga sparepart sering mengikuti fluktuasi harga pasar terutama terkait dengan inflasi yang akan membedakan antara nilai uang yang ada saat ini dengan nilai uang yang akan anda terima pada waktu yang akan datang. Bila anda adalah orang yang bertanggung jawab dalam pembelian sparepart, hal apakah yang harus anda lakukan agar dapat meminimalkan biaya sparepart ? jelaskan jawaban anda !

JAWABAN:

1. Biaya tetap, karena sangat menunjang bagi kegiatan operasi pada suatu kapasitas tertentu. Modal juga sangat penting untuk menjalankan suatu bisnis.

2. Yang saya lakukan dengan menggunakan jenis biaya semi variabel ini untuk meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan. Menambah maintenance yang sudah berpengalaman supaya menghemat biaya produksi.

3. Menyediakan sparepart di gudang apabila mesin mengalami problem pada waktu produksi,mesin siap dperbaiki dan komponen yang sudah rusak bisa langsung diganti.

tugas 2 analisis teknik dan biaya

Tugas 2
1.Jelaskan pertimbangan yang harus dilakukan dalam melakukan maintenance pada alat alat industri karena sebagaimana kita ketahui banyak hal yang harus dipertimbangkan diantaranya adalah nilai waktu dari uang dimana nilai waktu dari uang akan berfluktuasi dari waktu ke waktu. Berdasarkan hal tersebut uraikanlah hal yang harus anda lakukan dalam rangka kegiatan maintenance agar perusahaan tidak dirugikan dari sisi biaya !

JAWABAN

A.Waktu, maintenance harus sering mengkontrol mesin produksi apabila pada saat mesin produksi mengalami kerusakan bisa langsung di perbaiki oleh maintenance sehingga tidak menghambat produksi.

B. Biaya, jika proses maintenance dilakukan secara berkala maka biaya kerusakan yang akan terjadi akibat perawatan yang kurang akan lebih ditekan.

Jumat, 21 Oktober 2011

1. Jelaskan manfaat dan kegunaan dari pemahaman serta pengetahuan yang memadai tentang konsep biaya dalam proses produksi !

Manfaatnya kita menjadi tahu dan mengerti ada biaya biaya apa saja yang ada didalam suatu proses produksi, hal ini berguna untuk kita supaya tidak salah dalam mengeluarkan biaya untuk suatu proses produksi, dan paham biaya apa yang hrus dikeluarkan terlebih dahulu.

2. Dalam suatu kegiatan produksi, jenis biaya apakah yang paling sering kita jumpai? jelaskan jawaban anda

1) Biaya bahan langsung adalah biaya yang timbul dari pemakaian semua bahan-bahan yang menjadi bagian dari produk jadi.

2) Biaya buruh langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ikut terlibat dalam kegiatan proses produksi.

3) Biaya tak langsung pabrik adalah biaya yang terjadi dipabrik

Biaya ini terdiri dari :

a. Biaya bahan tak langsung adalah biaya dari semua bahan-bahan yang tidak menjadi bagian dari suatu produk, tetapi diperlukan dalam pengolahan bahan menjadi barang. Contoh : pengelasan pada pembuatan mobil

b. Biaya buruh tak lansung adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ada dipabrik, tetapi tidak langsung dalam proses pembuatan suatu produk. Contoh : gaji untuk pekerja bagian perawatan mesin.

c. Biaya komersial adalah biaya tak langsung yang tidak terjadi di pabrik.

Biaya ini terdiri dari :

· Biaya penjualan = pengeluaran yang dilakukan dalam rangka kegiatan penjualan suatu produk

· Biaya administrasi = pengeluaran yang dilakukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan pabrik.

4) Biaya Produksi adalah biaya yang dikeluarkan pada proses produksi.

Senin, 23 Mei 2011

Proyek Industri Otomotif Mobil Nasional

Melihat kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh berbagai proyek mobnas sebelumnya membuat pimpinan Java Motor, Andi Iman Loebis terfikir untuk melanjutkan impian mobil nasional tersebut. Dalam suatu kesempatan bertemu dengan Rahardi Ramelan, Andi mengajukan inisiatif berupa usulan agar pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Rover grup dari Inggris untuk melanjutkan proyek mobnas itu. Hal ini dilakukannya berdasarkan pengalaman Java Motor yang pernah memproduksi prototype jeep “Banteng” yang berbasis dari kendaraan “Land Rover”.

Singkatnya, melalui pendekatan dengan berbagai kalangan di pemerintahan, dukungan diperoleh dan hal ini membuat pihak Java Motor kemudian melakukan pendekatan pada pihak Rover group di Inggris dan pihak Rover grup menyambut baik usulan ini. Hasil survey marketing tim Java Motor menyarankan agar mobnas tersebut haruslah kompak, irit, moderen dan murah. Atas dasar itulah, Rover grup menyarankan mobil tipe Rover 100 untuk dikembangkan menjadi program mobil nasional yang dikehendaki pihak pemerintah Indonesia.

November 1993, Habibie kembali ke Inggris untuk membicarakan masalah detil dari disain mobnas tersebut. Pertemuan diakhiri dengan ditanda tanganinya Memorandum of Understanding yang menunjuk Rover sebagai rekanan tehnologi untuk secara bersama-sama mengembangkan mobnas tersebut yang direncanakan untuk dijual ke pasar pada September 1997. Akhir Oktober 1994, model ukuran penuh mobnas tersebut dipresentasikan di hadapan Menristek BJ Habibie. Kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Rover grup kemudian lebih diformalkan lagi dengan ditandatanganinya persetujuan kerja sama di London pada 22 Desember 1994

Model pertama mobnas yang lalu diberi nama “Maleo” tersebut akhirnya tiba di Indonesia dan segera memicu pro dan kontra. Pihak yang pro menyatakan duku ngannya, sementara yang kontra menganggap proyek mobnas tersebut tak akan sukses, atau kalau bisa, gagal. Saat itulah disadari bahwa proyek tersebut memerlukan dukungan politis dari pemerintah. Maka clay model itu pun segera dipresentasikan di hadapan para menteri dan Habibie meminta dukungan presiden Suharto. Dukungan presiden akhirnya berhasil diperoleh pada pertengahan Februari 1995

Pokok Masalah

Salah persoalan yang banyak mengganjal sejumlah kalangan dalam industri otomotif dan juga sebagian masyarakat Indonesia adalah tingginya ketergantungan Indonesia kepada pihak prinsipal mobil sebagai pemilik merek. Selama puluhan tahun tergantung pada pihak prinsipal, sejumlah kalangan pelaku otomotif dan masyarakat Indonesia sebenarnya menginginkan adanya “mobil nasional” (mobnas) bagi Indonesia

Berbagai upaya kemudian dilakukan untuk mewujudkan impian ini. Berbagai gagasan mobil nasional datang silih berganti. Awalnya, program mobnas ini pernah akan diluncurkan oleh VW pada tahun 1974-75 dengan nama Mitra(Mobil Transportasi Rakyat). Akan tetapi proyek ini gagal karena tidak adanya dukungan dari pihak prinsipal. Selanjutnya muncul pula peluncuran mobil merek MR 90 dari pihak Suzuki dibawah Subronto Laras. Ini pun tidak berhasil, oleh karena beberapa hal: tehnologinya obsolete (usang), serta type nya yang tidak sesuai dengan gaya hidup orang Indonesia yang dikenal fancy itu

Dalam skala negara, proyek Mobnas yang sesungguhnya adalah program mobil “Maleo”. Secara kualitatif, diakui tidak ada mobnas sebaik “Maleo” yang berkapasitas 1000 ccitu. Namun meski memiliki segenap daya dukung yang mencakup berbagai elemen industri nasional, “Maleo” gagal diluncurkan oleh sebab-sebab yang tidak jelas. Sebagai gantinya, pemerintah kemudian kemudian memunculkan mobil “Timor” yang berada dibawah payung PT Timor Putra Nasional, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Tommy Soeharto, putra ketiga presiden Soeharto.

Kegagalan diluncurkannya “Maelo” dan digantikannya dengan “Timor” adalah sebagai salah contoh intervensi Soeharto sebagai bagian dari struktur dan anak-anaknya yang telah menjadi pusat struktur baru



http://www.pangisyarwi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=83:intervensi-elit-dalam-industri-otomotif-studi-kasus-mobil-nasional-maleo&catid=8&Itemid=103


Minggu, 17 April 2011

Etika Insinyur Indonesia

Etika Insinyur Indonesia diatur dalam PII (Persatuan Insinyur Indonesia) yang dinamakan "Catur Sapta Karsa Darma Insinur Indonesia". Etika Insinyur Indonesia diatur dalam Prinsip dasar dan Tuntunan sikap yg dimiliki.

Prinsip dasar itu antara lain :
  1. mengutamakan keluhuran budi,
  2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuanya untuk kepentingan dan kesejahteraan umat manusia,
  3. Bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat sesuai tugas dan tanggung jawabnya,
  4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.
Dan Tuntunan sikap itu antara lain :

  1. Ir. Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,
  2. Ir. Indonesia senantiasa bekerja sesuai kompetensinya,
  3. Ir. Indonesia hanya menyatakan pendapat yg dapat dipertanggung jawabkan,
  4. Ir. Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentengan kepentigan dalam tanggung jawab tugasnya,
  5. Ir. Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing,
  6. Ir. Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas, dan martabat profesi,
  7. Ir. Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalitasnya.


"Sumber" : http://untuktugasetikaprofesi.wordpress.com/2010/04/25/organisasi-profesi-dan-kode-etik-profesi/
  1. Struktur Organisasi Proyek

a. Owner

adalah nama atau istilah dari Amerika Utara, yang artinya pemilik suatu proyek dan yang mendanai suatu proyek tersebut. Owner ini dapat perorangan atau lembaga swasta maupun pemerintah.

b. Konsultan Perencana

Adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam merencanakan suatu bangunan dalam bentuk faedah dalam penggunaannya beserta besar biaya yang diperlukan dan susunan pelaksanaan dalam bidang adminitrasi maupun kerja dalam bidang teknik.

i.) Konsultan Arsitektur

Adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam bidang gambar perncanaan yang meliputi bidang-bidang bangunan utilitas, publik, monumental, perumahan, rencana induk kawasan rancangan grafis, rancangan interior, studi kelayakan, rancanagn lengkap.

ii.) Konsultan Struktur

Adalah Adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam bidang analisis struktur suatu bangunan, seperti kekuatan beton berapa, kolom, pembesian, pondasi, balok, atap, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan perencanaan kekuatan suatu elemen. Konsultan ini mernacanakan perhitungan struktur seperti bangunan gedung, jalan, jembatan, banjir, dan drainase, tanah dan geoteknik, bangunan srana dan prasarana umum, bangunan industri.

iii.) Konsultan ME

Adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam bidang mekanikal dan elektrikal yang meliputi instalsi, plambing, pengatur suhu udara, pengaman kebakaran, pengolahan limbah, transportasi vertikal, instalsi catu daya, detector kebakaran, instalsi penerangan, pengaturan tata suara, akustik, sistem alarm.

c. Konsultan Pengawas

Adalah perusahaan atau lembaga yang bertugas mengawasi pekerjaan secara menyeluruh dari awal samapai akhir pelksanaan pembangunan dan meliputi seluruh bidang-bidang keahlian yang diperlukan. Berikut rincian bidanag pekerjaannya: pengendalian umum pekerjaan, pengesahan sub pemborong (termasuk kemapuan teknis), menetapkan, menyediakan, mengkoordirnir tenaga ahli, meminta keputusan arsitek perencanaan tentang estetika, meminta penjelasan dari perancang.

d. Konsultan Manajemen Konstruksi

Adalah perusahaan atau lembaga atau orang yang bertugas selaku pengendali dan coordinator dalam keseluruhan sistem rekayasa, sejak persiapan perencanaan dimulai samapai pelaksanaan konstruksi berakhir dan bertanggung jawab atas pengelolaan proses konstruksi keseluruhnya dari perencanaan sampai tahap pemeliharaan.

e. Kontraktor Utama

Adalah perusahaan atau lembaga atau orang yang melaksanakan suatu proyek konstuksi dengan kontrak tertentu,

f. Sub Kontraktor

orang atau badan yang menerima perkejaan dari kontraktror utama dan menyelenggarakan pelaksanaan perkerjaan sesuai bidang yang dimiliki atau penerima pekerjaan khusus dari suatu konstruksi. Dengan biaya yang telah ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat yang ditetapkan.

  1. Struktur Organisasi Kontraktor

a. Project Manager

Adalah orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola proyek sesuai cakupan tugasnya.

b. Site Manager

Adalah orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk menangani, mengatur, mengkoordirnir pekerjaan disuatu tempat konstruksi atau lapangan.

c. Site Enginering

Adalah orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk menangani hal-hal teknis pekerjaan disuatu tempat konstruksi atau lapangan

d. Drafter

Adalah orang yang membuat konsep atau rancangan tentang gambar.

e. Quantity Surveyor

Adalah pihak yang menaksir dan menetapkan jumlah dan biaya, bahan dan upah yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah bangunan dan memberi nasihat biaya pada klien, selain itu mempersiapkan mendapatkan keterangan, keuantitas dan dokumen kontarak, menetapkan gambar konstruksi.

f. Surveyor

g. Supervisor

Adalah pihak atau orang yang ditingkat pelaksanaan suatu proyek, yang bertugas untuk bertanggung jawab atas pekerjaan karyawan secara tepat dan efisien sesuai dengan tugas yang ditentukan oleh atasannya. Dibawah supervisor ini dapat berupa subkontraktor pekerjaan terntu atau juga mandor. Supervisor ini mempunyai hubungan kerja yang tetap dengan kontraktor.

h. Kepala Seksi Logistik

Adalah orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk menangani masalah tentang pendananaan dalam pengadaan logistik suatu konstruksi. Dalam hal pembayaran tenagakerja, pengadaan material, peminjaman atau pembelian peralatan

i. Mechanic

Adalah orang ahli dalam bidang mesin

j. Administrasi

Adalah usaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi serta berkaitan erat dengan kantor dan tata usaha.

k. Keamanan Proyek

Adalah suatu keadaan tidak berbahaya dan berjalan sesuai apa adanya di suatu tempat pembangunan konstruksi atau proyek.

l. Mandor Dan Tenaga Kerja

Mandor adalah pihak atau orang yang bertugas mebdatangkan sejumlah tenaga kerja sesuai dengan kulifikasi yang diperlukan seperti kelompok tukang kayu, besi batu dan memimpin serta mengawasi pekerjaan mereka. Mandor tidak ada hubungan ikatan kerja dengan kontraktor tidak pada hubungan tanggungjawab yang kokoh, tetapi lebih pada ketergantungan yang bersifat sangat sederhana dari proyek ke proyek.

Tenaga Kerja

Tenaga Kerja adalah pihak atau orang yang melkukan suatu pekerjaan, dari tingkat yang terendah yaitu kuli bangunan sampai pada level tertinggi seperti kontraktor.

  1. Monitoring

Adalah suatu kegiatan mengamat-ngamati dan mempengaruhi kegiatan pokok dan hasil pekerjaan, kegiatan ini mengukur masih tetap pada jalannya, memeberi masukan-masukan dan keluaran-keluaran seratamambandingkan hasil pekerjaan yang dapat dicapai terhadap yang direncanakan dalam jangka pendek. Kegiatan ini dilakukan secara menerus.

  1. Laporan Pelaksanaan Proyek

a. Laporan Harian

Segala sesuatu yang bahan atau keterangan tentang seluruh suatu hasil kerja atau jalannya suatu pembangunan secara fisik yang telah dilakukan dalam proyek konstruksi, dapat berupa berita lisan dan tertulis pada setiap harinya pada suatu proyek konstruksi.

b. Laporan Mingguan

Segala sesuatu yang bahan atau keterangan tentang seluruh suatu hasil kerja atau jalannya suatu pembangunan secara fisik yang telah dilakukan dalam proyek konstruksi, dapat berupa berita lisan dan tertulis pada setiap bulannyua pada suatu proyek konstruksi.

c. Laporan Bulanan

Segala sesuatu yang bahan atau keterangan tentang seluruh suatu hasil kerja atau jalannya suatu pembangunan secara fisik yang telah dilakukan dalam proyek konstruksi, dapat berupa berita lisan dan tertulis pada setiap tahunnya pada suatu proyek konstruksi.

  1. Berita Acara

Adalah catatan laporan yang dibuat mengenai waktu, tempat, keteranagan dan petunjuk lain mengenai suatu kegiatan atau kejadian dalam konstruksi.

  1. Time Schedule

Dalam bahasa Indonesia jadwal waktu ialah alat yang dapat menunjukan kapan berlangsungnya setiap kegiatan, sehingga dapat digunakan pada waktu merencanakan kegiatan-kegiatan maupun untuk pengendalian pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Jadwal kerja ini dapat berupa jaringan kerja (network) dan bangun balok (barchart)

  1. Kurva S

Adalah suatu kurva yang digunakan untuk penegndalian, operasi proyek. Kurva ini berbentuk huruf s, selain itu dipakai untuk menggambarkan nilai-nilai atau bobot pekerjaan, bobot kumulatif pekerjaan, Biaya dan kumulatif biaya, selain itu juga terdapat urutan pekerjaan.

  1. Prosedur Pembayaran Upah Tenaga Kerja

Adalah tata cara tentang pemberian upah kerja dari suatu tenaga kerja. Dapat mingguan, bulanan sesuai dengan ketentuan dari proyek tersebut.

  1. Perizinan Pelaksanaan Pekerjaan

Adalah suatu persyaratan yang harus dimilki dalam pelaksanaan proyek konstruksi, perizinan ini meliputi tugas-tugas kontraktor dalam melaksanakan pekrjaan konstruksi fisik yang berdasarkan atas gamabr-gambar kerja, rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), lengkap dengan penjelasan dan pembahasan yang ditetapkan dalam kontrak dengan biaya yang ditetapkan, termasuk untuk jasa kontraktor, IMB, serta pajak-pajak dan iuran-iuran daerah lainnya.

  1. Gambar

a. Gambar Rencana

Adalah suatu gambar yang digunakan untuk bahan pengkajian dan komentar suatu proyek.

b. Shop Drawing

Shop drawing atau dalam bahasa indonesia sering disebut dengan gambar kerja merupakan suatu gambar konstruksi yang siap dipakai oleh pelaksana konstruksi.

c. As Built Drawing

Adalah suatu gambar akhir yang sesuai dengan keadaan sesungguhnya dari unit atau instalasi yang sudah dibangun.